Sabtu, 26 November 2011

Blok Mesin Honda Buat Balap Korteran Pabrik

Blok Mesin Honda Buat Balap Korteran Pabrik



PT Astra Honda Motor (AHM) menyebarkan blok mesin buat balapan. Tentu yang mendapatkan part tersebut adalah tim-tim balap yang pada musim balap 2011 ini mendapat support dari pabrikan berlambang sayap mengepak itu.

"Tingkat presisi saat melakukan proses korter dari bengkel-bengkel bubut umum masih kurang. Sepertinya itu dianggap AHM akan jadi salah satu penyebab menurunnya performa mesin Honda Blade dan Honda Supra X yang buat balap," aku Ahmad Jayadi, owner Honda Daya Denso Showa NHK Jayadi.

Lebih lanjut mantan pembalap nasional itu bilang, oleh karenanya sekarang tim balap dapat blok mesin yang sudah dikorter oleh pihak pabrik. (otosport.co.id)
Penulis : oct | Teks Editor : bim | Foto : Reza

Honda Blade Untuk Balapan

Honda Blade Untuk Balapan

Mesin Honda Blade 110R punya seri NF110. Untuk keperluan balap, diprediksi gampang diseting. Beda sama generasi sebelumnya, C-Series 97 cc (100 cc) yang diterapkan di Astrea Prima, Grand, Supra sampai Revo. Apa saja kelebihan Blade untuk pemakaian di balap. Nih alasannya. BAUT BLOK BESAR 704blade-balap-chuenk0.jpgBaut tanam pengikat kepala dan blok silinder mesin C-Series diameternya cuma 5,20 mm. Sementara diameter drat cuma seukuran baut 10 (6 mm). Diseting kompresi tinggi sering nggak kuat. Baut kendur dan berakibat blok mangap. Apalagi blok dibore up untuk ngejar volume 115 cc. Jarak antara bibir liner dengan posisi baut tinggal 1 mm lebih dikit. Kalau mau ubah batangnya lebih gede, susah juga karena sudah sampai ke tepi liner. Kondisi itu beda sama Blade. Batang baut tanam lebih gede. Diameternya 6,20 mm, dengan diameter ulir 7 mm atau baut 11. Akiang buktikan di riset terbarunya. Digeber kompresi 13,5 : 1, nggak ada gejala rembes atau bocor. Jadi saya kira sampai 14 : 1 masih kuat. Kelebihan lain, posisi baut dengan liner juga masih jauh, sekitar 6 mm. Jadi selain tekanan saat kompresi nggak terlalu kencang, kalaupun batang mau diubah lebih gede dengan baut 12 juga 707blade-balap-chuenk4a.jpgbisa dilakukan. Tapi dengan batang sekarang sih, rasanya nggak perlu diubah. PENDINGINAN HEAD LEBIH BAGUS Desain mangkuk penutup kepala silinder juga tampak lebih besar dibanding generasi Honda sebelumnya. “Jadi daya tampung oli yang mendinginkan head, kem dan lainnya yang ada di bagian depan lebih banyak. Otomatis, lebih dingin. Dulu kan sering ada maslaah kepanaasan karena pendinginan kurang di bagian depan itu. BEARING KRUK AS LEBIH GEDE706blade-balap-chuenk2.jpg Hal lain yang beda lagi adalah ukuran laher kruk-as. Kruk as patah biasanya di posisi bearing yang batangnya kurang kokoh. Sekarang, laher sudah lebih gede. Jadi, efeknya kruk-as lebih kuat lagi. ROCKER ARM MODEL ROLLER705blade-balap-chuenk1.jpg Pelatuk atau rocker arm sebagai penggerak katup Blade seperti di Supra X 125. Menganut model roller, putaran kem halus dan ringan gesekan. Untuk balap menguntungkan karena kem banyak digerinda ulang. Sistem roller bisa meredam gejala kem tidak halus. spring : www.motorplus-online.com

Gir Belakang SSS 520 x 44,45,46

Gir Belakang SSS 520 x 44,45,46

/img/p/373-900-thickbox.jpg

Ganti ban FDR Genzi (tube type), dipasang tubeless

Ganti ban FDR Genzi (tube type), dipasang tubeless

Ban belakang kebo ijo IRC NR72 yang berumur lebih dari 2 tahun perlu segera diganti  coz udah tipis kelewat batas aman alur ban. bosan pake ban tube type(ban dalam), niatnya sih pengen cari yang betul-betul tubeless, tapi ketemu bengkel ditawarin deh ban FDR Genzi tube type alias pake ban dalam, tapi kata penjualnya bisa dipake tubeless.
AJIKZ suka model alur kembangannya, ban ini punya jenis soft compound terbukti lebih empuk dan berbekas kalo ditekan pake kuku. gampang mencengkeram aspal tapi juga gampang abis karetnya hehehe.yowees ditawarin harga 140 ribu include ongkos pasang plus dop tubeless 7 ribu, terpasanglah ban FDR Genzi di velg belakang. harga ini lebih murah ketimbang ban tubeless beneran di kisaran harga di atas 200ribu keatas.

profil tapak ban membulat kayak donat, enak buat cornering
ternyata enak juga pake ban tubeless, lebih empuk kalo nerjang garis kejut, lari motor jadi anteng. terkendala kalau ban tubeless bocor, tidak semua tambal ban pinggir jalan bisa menangani …terlebih FDR genzi ini tube type, apa bisa ditambal layaknya ban tubeless beneran??? solusinya AJIKZ selalu membawa ban dalam yang lama karena masih bagus kondisi 95% belum ada tambalan, untuk berjaga-jaga jika keadaan darurat ban bocor, langsung aja ban dalam difungsikan kembali. bro n sis yang punya pengalaman pake FDR Genzi ga pake ban dalam(tubeless) silakan share, kalo ban bocor bisa ditambal kayak ban tubeless ga??

Tips Setting Klep Sepeda Motor (Honda)

Tips Setting Klep Sepeda Motor (Honda)

íçâŀβгөẅή™
10-09-2008, 16:49:12
Peringatan : setelan klep yang benar atau salah akan mempengaruhi terhadap performa mesin Sepeda Motor.

Berikut ini cara-cara ringkas yang tepat menyetel klep pada Sepeda Motor Honda.

1. Persiapkan alat-alat antara lain:

Obeng (-) besar
Kunci T 17 (untuk motor Supra X 125/Karisma)
Kunci T 14 (untuk motor Supra Fit, Tiger)
Ring 8-9 (untuk motor tipe bebek)
Ring 10-11 (untuk motor tipe Sport)
Ring 17 (untuk motor tipe Sport)
Ring 24 (untuk motor tipe bebek)
Fuller gauge 1set
Valve Adjusting wrech (kunci klep)

2. Buka kedua tutup klep (In dan Ex) dengan menggunakan kunci Ring 17(tipe bebek) atau Kunci Ring 24(tipe Sport)

3. Awalnya posisikan agar kondisi valve bebas atau posisi piston pada Titik Mati Atas (TMA), dengan cara buka tutup magnet pada blok mesin kiri dengan menggunakan Obeng (-) besar (ada 2 buah ), pergunakan kunci Ring 14/17 untuk memutar poros engkol berlawanan dengan jarum jam,

4. Sambil memutar poros engkol, perhatikan pada saat valve In bergerak, lihat pada lubang kecil di blok magnet, posisikan tanda T pada garis lurus di lubang kecil blok magnet,

5. Kemudian pegang dan gerak-gerakkan kedua klep untuk memastikan keduanya sudah dalam posisi bebas,

6. Jika langkah diatas sudah benar, maka lakukan penyetelan valve dengan ukuran untuk tiap-tiap motor sbb:

Tipe Sport (Tiger,Mega Pro,GL Pro,Phantom) ukuran = 0,10mm (±0,01mm).
Tipe Bebek (Supra Fit, Grand, Legenda, Supra X, Win, GL 100) ukuran celah klep = 0,05mm (±0,01mm).
Tipe Bebek (Supra X 125, Karisma, Kirana) ukuran celah klep = 0,03mm (±0,01mm)
Tipe Matic (Vario) ukuran celah klep ( Klep In : 0,15mm (±0,01mm) Klep Ex : 0,26mm (±0,01mm) )

Cara penyetelannya adalah, kendorkan mur pengikat tappet adjuster (baut stelan klep) dengan menggunakan Ring 8-9 / 10-11,

7. Lalu letakkan Fuller gauge sesuai ukuran celah klep kedalam ujung batang klep, putar tappet adjuster(baut stelan klep) sampai terasa apabila fuller gauge di tarik terasa seret dan apabila didorong tidak bisa,

8. Kemudian keraskan lagi mur stelan klep dan cek ulang hasil stelan klep tadi, sampai hasilnya tepat, (bila fuller gauge terasa ditarik seret dan di dorong tidak bisa),

9. Tutup kembali semua komponen yang tadi dibuka kemudian rasakan hasilnya. MANTAP!

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat.

Sumber: AHASS.WordPress.com (http://ahass.wordpress.com/2007/08/09/tips-menyetel-klep-sepeda-motor-honda)

tambah performa honda blade 110R

tambah performa honda blade 110R
1006tes-balde1.jpgHonda Blade 110R memang siap balap. Dirancang tidak hanya untuk kebutuhan ke pasar, tapi juga gampang dibikin kencang. Untuk diajak kebut harian, juga tidak perlu main korek yang berisiko mesin rusak. Cukup bolt-on atau pasang part racing sudah langsung ngacir.

Untuk mengetahui peningkatan performa setelah pasang part racing, pertama dijajal kondisi standar dulu. Supaya ada parameter jelas, jajal langsung di atas dynotest milik PT Trimentari Niaga Jaya di Cibinong, Bogor. Dipandu Suar yang aslinya mekanik BRT (Bintang Racing Team).

Kondisi standar, tenaga atau power Blade 110R hanya 7,12 hp pada putaran 6.700 rpm. Setelah itu baru deh pasang knalpot racing. Knalpot racing dicoba duluan karena paling mudah didapat. Semua toko variasi menyediakan pipa buang yang katanya racing itu.

Tapi sayang, khusus buat Blade 110R memang jarang karena masih baru. MOTOR Plus juga ketika jajal menggunakan knalpot racing untuk Supra X 125 merek AHAU. Memang rada susah dipasang karena harus lepas footstep dan rem belakang. Tapi, buat dynotes gak masalah lantaran kedua peranti itu tidak dipakai.

Tanpa perlu seting ini dan itu, langsung aja Blade 110R berknalpot racing naik mesin dynotes lagi. Tenaga yang didapat lumayan mengagetkan. Tanpa seting spuyer tenaga melonjak 8,01 dk pada kitiran 6.700 rpm.1007tes-balde2.jpg

Karakter Blade 110R memang beda. Motor bebek lain, jika dipasang knalpot racing paling kenaikannya hanya 0,4-0,5 dk. Mungkin karena knalpot standar Blade 110R punya leher kecil. Juga banyak tekukan, sehingga gas buang seperti tertahan.

Spuyer juga tidak perlu diseting. Dari hasil pengukuran AFR (Air Fuel Ratio), terlihat kurvanya berkisar di 13 : 1. “Kondisi ini masih aman, artinya tidak kekurangan atau kelebihan bensin. Tidak overheat dan tenaga tidak ngedrop,” jelas Suar.

Kondisi ideal, pembakaran yang sempurna antara bensin dan udara ada di angka 12,5 : 1. Artinya 12,5 molekul udara terbakar tuntas dengan 1 molekul bensin. Tidak ada sisa yang meninggalkan kerak.

Dari angka ini terlihat jelas, jika masih tetap menggunakan filter, jangan coba-coba meningkatkan angka spuyer. “Risikonya mbrebet atau kelebihan bensin. Tenaga motor juga ngedrop, pastinya ruang bakar juga cepat kotor,” jelas Suar yang asli wong Jowo itu.

Angka 8,01 dk jelas sudah melewati Supra X 125. Dari hasil dynotest, tenaga bebek 125 buatan Honda itu hanya 7,99 dk. Sudah keok dong dilibas Blade 110R. Apalagi sudah ganti CDI racing.

PASANG CDI RACING NAIK LAGI


Setelah knalpot racing langsung lagi coba cangkok CDI racing. Dipilih buatan BRT yang bisa diprogram. Paling pas tipe remote yang fleksibel. Timing atau kurva pengapian bisa diprogram semaunya. Maklum CDI buat Blade 110R dan knalpot racing belum ada yang riset.

Setelah melalui beberapa kali tes serta trial and error, baru didapat timing pengapian pas. Timingnya pada tingakatan rpm akan berbeda. Hasil perfeknya adalah:

RPM DERAJAT SEBELUM TMA
2.500 27
3.000 31
4.000 31
5.000 31
5.500 31
6.500 35
9.500 36
10.000 36
11.000 36
12.000 36

Setelah menggunakan kurva itu, tenaga Blade 110R mencapai 8,34 dk pada gasingan 6.700 rpm. Angka segini jauh meninggalkan Supra X 125 standar yang hanya 7,99 dk.

TIDAK PERLU GANTI SPUYER


Untuk sementara, jika hanya ganti knalpot dan CDI racing tidak perlu pasang spuyer gede. Dari hasil pengukuran AFR (Air Fuel Ratio), angkanya sudah ideal. Ini menandakan mesin 4-tak berbeda dibanding 2-tak zaman dulu.

Ketika era 2-tak, sehabis ganti knalpot dianjurkan ganti spuyer. Sebab mesin 2-langkah tidak dilengkapi klep. Jadi, knalpot sangat berpengaruh dalam mengatur debit gas bekas. Berbeda di mesin 4-tak yang ada klepnya, buka-tutup lubang intake dan out diatur klep, jadinya knalpot hanya membantu sedikit.

Data tidak perlu ganti spuyer ini tentu setelah menonaktifkan AIS (Air Induction System) ketika tes AFR. Di Honda disebut SASS (Scondary Air Suply System). Fungsinya menyemprotkan udara segar ke dalam gas buang. Jika SASS diaktifkan akan memperkaya oksigen.

Y.S.S. USA Racing Suspension

Y.S.S. USA Racing Suspension

WORLD CLASS MOTORCYCLE RACING SUSPENSION  › › › › ›
Enter Y.S.S. Website › ENTER ‹ ‹ ‹
Enter Y.S.S. USA
SEARCH PRODUCTS BY APPLICATION
Motorcycle Twin • Mono | Scooter Twin • Mono
• Full Application List
Search
Go to Y.S.S. Ordering Page
Pricelist • Contact Y.S.S. USA • Privacy

Y.S.S. Showtime

Like us on Facebook for special announcements and discounts off your order!


 
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management