Sabtu, 26 November 2011

CDI Neo Hyperband (DC)

CDI Neo Hyperband (DC) PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 282
KurangTerbaik 
cdi

Spesifikasi : 
 1. CDI Type : DIGITAL DC System
 2. Operating Voltage : 8 s/d 18 VDC
 3. Mikroprosessor : NXP Founded by Philips Semiconductor
 4. Current Consumption : 0.05 s/d 0.75 A
 5. Output Max : 300 Volt
 6. Operation Temp : -15° to 80°C
 7. Operation Freq : 400 to 20.000 RPM

FEATURES    
 1.  Unlimiter    
 2.  Automatic Low Voltage Protection (ALVP)
 3.  Multi Step Ignition Curve
 4.  Plug and Play    
 5. Blue eyes   
 6.  Limiter Option    13,500 RPM
 7.  Multisteps Ignition Curves  
    
BENEFIT      
1 Hemat BBM hingga 29,9 %
2 Meningkatkan respon dan akselerasi
3 Powerband bertambah hingga 2000 rpm
4 Hemat pemakaian Accu hingga 30%
5 Tenaga motor meningkat hingga 20%**
       
Catatan :      
* Dilakukan uji coba oleh team media motorplus dan otomotif
** Pada jenis motor dan rpm tertentu.

CDI Rextor Xtreme Programmable AC

 CDI Rextor Xtreme Programmable AC

Negara Asal:Indonesia
Harga:1000000
Cara Pembayaran:Transfer Bank (T/T)
Kemas & Pengiriman:Box
Keterangan:CDI Racing AC tipe Programmable , merek Rextor dengan fitur 14 kurva pengapian yang dapat dirubah sesuai karakter mesin, akan memaksimalkan performa mesin dengan dukungan energi pengapian besar. Meningkatkan dan mengoptimalkan performa mesin modifikasi, sehingga akselerasi dan tenaga lebih mantap.



Korespondensi Perusahaan
   Nama: Tn. Tri Yuli Purwoko [Pemasaran]
   E-mail: mototechindonesia@yahoo.com
   Situs Web: http://www.mototech.co.id   
   Pesan Instan
Y!: mototechindonesia Y!: mototechindonesia
PIN BlackBerry: 2820BEB6] 2820BEB6
   Nomer HP: +6281931720557
   Nomer Telpon: +62 274 6536303
   Alamat: Jl. Ringroad Selatan,Kemasan,Singosaren,Bantul
Yogyakarta, Yogyakarta
Indonesia

menerima reseller, pembelian secara grosir, dapatkan harga menariknya dengan menghubungi kami secara langsung di email sales@ mototech.co.id dan hotline + 62 274 6536303
 





Membuat situs langsung jadi?

Cdi Rextor Pro Drag Baru


| | 2 comments
http://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20OTOSPORT/Modifikasi%20Balap/2011/rextor.jpg 
 REXTOR CDI

CDI racing ini telah di buat khusus untuk kompetisi balap motor,tetapi , bagi anda yang mau mengaplikasi CDI racing ini ke motor harian anda jangan kuatir untuk mengaplikasikannya,karena CDI racing ini juga membuat khusus untuk spek motor harian so kalau anda pecinta kecepatan segeralah mengganti CDI motor anda dengan CDI Rextor.

Salah satunya seri Pro Drag yang jadi favorit untuk road race meski awalnya dibikin untuk drag tapi karena mampu menghasilkan energi pembakaran yang besar hingga menyebar ke tuner road race.

Generasi terbaru Pro Drag kini tampil baru dengan casing plastik (versi sebelumnya dengan aluminium) dan ukuran lebih ringkas. "Tak hanya lebih kecil hingga memudahkan pemasangan tapi juga fitur pengesetan kurva pengapian kini per 250 rpm, jadi lebih presisi lagi dibanding generasi sebelumnya yang per 500 rpm.

Harga jualnya tak beda dengan yang lama dan banyak dipakai oleh tim papan atas seperti Yamaha Trijaya, Yamaha Yonk Jaya dan kini Honda Oei Racing.
Nah bagi pecinta balap silahkan coba-coba deh,,
gak ada salahnya gan buat motor lebih kenceng lagi,,
hehehehe...

Pertarungan CDI Unlimiter: CDI Rextor, CDI BRT, XP 202, CDI Cheetah OTOMOTIFNET – Setelah sebelumnya melakukan tes optimalisasi bahan bakar dengan berbagai macam produk pengirit bahan bakar yang di rancang oleh Hendry Martin, ST. Kali ini Otonetters, komunitas member di Forum OTOMOTIFNET.COM kembali mengibarkan bendera Otoneters Indepnedent Tester dengan melakukan pengetesan CDI programmable untuk Honda Supra X125. Sekaligus dipilih 4 merek dalam pengetesan ini yaitu BRT, Rextor, XP202 dan Cheetah Power. Syaratnya harga jual masing-masing CDI yang diiukutkan dalam komparasi ini harus tidak lebih Rp 500 ribu. Harga ini paling ideal untuk kebutuhan korek harian atau sekedar plug & play pada motor dengan spek standar. Pengetesan CDI berlangsung cukup panjang dari akhir Februari hingga awal April ini. Panjangnya waktu disebabkan ada empat variable pengetesan yang dites secara terpisah. Yaitu, peak rpm untuk mencari siapa yang punya limiter paling tinggi. Kemudian ada tes akselerasi dengan menggunakan alat ukur Racelogic. Dilanjutkan dengan melakukan tes konsumsi bahan bakar dan terakhir tes power dan torsi dengan dyno tes. Tujuan pengetesan ini dalam beberapa tahapan terpisah, bukan untuk mencari siapa yang terbaik diantara keempat CDI tersebut. Tapi lebih berfungsi untuk memetakan mana yang terbaik sesuai kebutuhan konsumen. Mengingat tiap CDI memiliki karakter yang berbeda satu sama lain. Motivasi konsumen dalam memilih CDI pun berbeda-beda. Ada yang mengganti CDI sekedar karena mencari tenaga besar tapi ada juga yang hanya ingin akselerasi motornya makin ngacir atau malah ingin konsumsi bahan bakarnya semakin irit. So, mari ikuti ringkasan dari empat proses pengetesan ini. Pengetesan ini dilakukan pada sebuah Honda Supra X125 pinjaman dari PT Astra Honda Motor (AHM) dalam kondisi benar-benar baru dan standar tanpa ubahan apapun. Juga dipilih tiga tester untuk menjalani semua rangkaian pengetesan. Dua dari member Forum OTOMOTIFNET.com (Bintang Pradipta dan Spidlova) dan satu wakil dari redaksi OTOMOTIFNET.com (Popo). Dalam keseluruhan pengetesan ini digunakan kurva yang telah direkomendasikan oleh masing-masing produsen CDI. BRT meminta klik kurvanya disetting di posisi angka 8 yang artinya timing pengapian di atur pada 35 derajat sebelum titik mati atas. Rextor memilih kurva ditaruh di posisi angka 0. Sedang Cheetah Power menyarankan untuk menggunakan kurva pertama. Dan XP202 karena tidak memiliki pilihan kurva maka langsung colok. Pengetesan Tahap 1 : Siapa Limiter Tertinggi? Bertempat di bengkel Otomotif Service Station (OSS), pengukuran dilakukan dengan rpm meter merek BRT. Suhu mesin dipatok 70 derajat celcius dengan toleransi 5 derajat celcius. Masing-masing CDI dapat giliran digeber dua sampai tiga kali. Hasilnya saat di gas pada putaran mesin( rpm) paling tinggi, semua CDI ini mampu membuat mesin berteriak lebih dari 12.000 rpm. Bandingkan dengan CDI standar yang hanya bermain di angka 9.000 rpm. CDI Standar = 9.841 rpm CDI BRT Neo Click = 12.930 rpm CDI Cheetah Power CP 400 = 12.700 rpm CDI XP = 12.400 rpm CDI REXTOR = 12.280 rpm Pengetesan Tahap 2: Siapa Akselerasi Tercepat? Bertempat di depan kantor OTOMOTIFNET.com pengetesan akselerasi dimulai pada jam 11 malam saat kondisi jalan sudah benar-benar lengang. Panjang lintasan sekitar 300 meter, 200 meter untuk pengetesan dan 100 untuk jarak pengereman. Panjang trek ini mirip panjang lintasan drag bike yang panjangnya 201 meter. Kondisi mesin tetap standar tanpa ubahan apapun. Dan semua tester (Bintang pradipta, Spidlova dan Popo) punya kesempatan 2 kali running untuk tiap CDI. Hasil di bawah ini diambil catatan waktu terbaik untuk 100m dan 200m. Catatan waktu selama pengetesan ini diukur dengan alat ukur Racelogic. CDI Standar Spidlova Distance(m) Time(s) 0-100 10.0 0-200 14.7 Bintang Pradipta 0-100 11.7 0-200 16.7 Popo 0-100 09.0 0-200 14.1 CDI BRT Neo Click Spidlova Distance(m) Time(s) 0-100 10.3 0-200 15.1 Bintang Pradipta 0-100 09.4 0-200 14.2 Popo 0-100 08.5 0-200 13.3 CDI Cheetah Power CP 400 Spidlova Distance(m) Time(s) 0-100 08.1 0-200 12.9 Bintang Pradipta 0-100 09.6 0-200 14.6 Popo 0-100 09.3 0-200 14.4 CDI XP Spidlova Distance(m) Time(s) 0-100 09.5 0-200 14.4 Bintang Pradipta 0-100 09.7 0-200 14.6 Popo 0-100 09.1 0-200 14.0 CDI REXTOR Spidlova Distance(m) Time(s) 0-100 10.6 0-200 15.4 Bintang Pradipta 0-100 09.6 0-200 14.5 Popo 0-100 09.2 0-200 14.1 Pengetesan Tahap 3: Sipa Konsumsi Bahan Bakar Teririt? Pengukuran konsumsi bahan bakar dilakukan dengan menggunakan burette (gelas ukur), cara pengetesannya dengan melihat siapa yang paling cepat menghabiskan 100ml bensin. Secara sederhana dari hasilnya bisa dilihat, yang cepat habis berarti boros sedang yang lama abisnya berarti irit. Saat pengetesan motor dalam keadaan diam dengan suhu mesin dipatok pada kurang lebih 70 derajat celcius. Dan putaran mesin dibuat statis pada 5000rpm. Pengukuran dilakukan dengan 3 stopwatch yang dipegang oleh Arseen lupin, Nanda, dan David. Didapat hasil rata-rata sebagai berikut: CDI Standar : 1 menit 16 detik CDI BRT Neo Click : 1 menit 25 detik (penghematan 11,84%) CDI Cheetah Power CP 400 : 1 menit 22 detik (penghematan 7,89%) CDI XP : 1 menit 15 detik (lebih boros 1,31%) CDI Rextor : 1 menit 17 detik (penghematan 1,31%) Pengetesan Tahap 4: Siapa Power Tertinggi? Test terakhir ini dilakukan di dynamometer bermerek Dyno Dynamic milik bengkel Khatulistiwa dikawasan Jl Pramuka, Jakarta Timur. Pengetesan dyno dilakukan tanpa ubahan apapun pada motor. Bahkan settingan angin dan bensin pada karburator dibuat seragam meski gonta ganti CDI. Pengetesan dilakukan 2 kali, dengan spuyer standar dan dengan spuyer yang sudah naik satu step dari standar. Ukuran 35/75 menjadi 38/78. CDI juga tetap menggunakan pilihan klik/kurva yang sama dengan 3 test sebelumnya. Pada pengetesan ini suhu mesin dipatok seragam pada 90 derajat celcius sebelum mesin digas. Berkat blower yang dipasang di dekat blok silinder suhu mesin selama pengetesan bisa stabil dikisaran 100-110 derajat celcius. Dan tiap CDI punya kesempatan 5 kali run. Hasil yang diperoleh cukup mencengangkan. Sesi pertama tanpa jeting Max Power CDI Standar : 8 dk Max Power CDI XP : 7,8 dk Max Power CDI Rextor : 7,9 dk Max Power CDI Cheetah Power : 7,3 dk Max Power CDI BRT : 7,7 dk Sesi kedua dengan jeting Max Power CDI Standar : 7,4 dk Max Power CDI XP : 6,1 dk Max Power CDI Rextor : 7,5 dk Max Power CDI Cheetah Power : 6,8 dk Max Power CDI BRT : 7,3 dk Created By: otomotifnet.com KARENA ARTIKEL INI SIFATNYA MILIK OTOMOTIFNET…… JADI KLO ADA PERTANYAAN, SILAKAN DI TANYAKAN PADA SANG EMPU-NYA…… :D Suka Be the first to like this post. 492 Komentar Filed under Berita Otomotif, Motor 492 Responses to Pertarungan CDI Unlimiter: CDI Rextor, CDI BRT, XP 202, CDI Cheetah cryptolover April 16, 2009 pukul 2:25 am lantas kesimpulannya mana yang paling baik untuk konsumen yang pengen irit tapi cukup kenceng n ga perlu modif macem2? sssssst… jangan bilang CDI BRT lagi yak…he.3 itu mah sama aja promosi… maskudnya DK itu apa yak? DayaKuda gitu? berarti setelah dikasih CDI racing malah jadi turun donk powernya?


OTOMOTIFNET – Setelah sebelumnya melakukan tes optimalisasi bahan bakar dengan berbagai macam produk pengirit bahan bakar yang di rancang oleh Hendry Martin, ST. Kali ini Otonetters, komunitas member di Forum OTOMOTIFNET.COM kembali mengibarkan bendera Otoneters Indepnedent Tester dengan melakukan pengetesan CDI programmable untuk Honda Supra X125.
Sekaligus dipilih 4 merek dalam pengetesan ini yaitu BRT, Rextor, XP202 dan Cheetah Power. Syaratnya harga jual masing-masing CDI yang diiukutkan dalam komparasi ini harus tidak lebih Rp 500 ribu. Harga ini paling ideal untuk kebutuhan korek harian atau sekedar plug & play pada motor dengan spek standar.
Pengetesan CDI berlangsung cukup panjang dari akhir Februari hingga awal April ini. Panjangnya waktu disebabkan ada empat variable pengetesan yang dites secara terpisah. Yaitu, peak rpm untuk mencari siapa yang punya limiter paling tinggi. Kemudian ada tes akselerasi dengan menggunakan alat ukur Racelogic.
Dilanjutkan dengan melakukan tes konsumsi bahan bakar dan terakhir tes power dan torsi dengan dyno tes. Tujuan pengetesan ini dalam beberapa tahapan terpisah, bukan untuk mencari siapa yang terbaik diantara keempat CDI tersebut. Tapi lebih berfungsi untuk memetakan mana yang terbaik sesuai kebutuhan konsumen. Mengingat tiap CDI memiliki karakter yang berbeda satu sama lain.
Motivasi konsumen dalam memilih CDI pun berbeda-beda. Ada yang mengganti CDI sekedar karena mencari tenaga besar tapi ada juga yang hanya ingin akselerasi motornya makin ngacir atau malah ingin konsumsi bahan bakarnya semakin irit. So, mari ikuti ringkasan dari empat proses pengetesan ini.
Pengetesan ini dilakukan pada sebuah Honda Supra X125 pinjaman dari PT Astra Honda Motor (AHM) dalam kondisi benar-benar baru dan standar tanpa ubahan apapun. Juga dipilih tiga tester untuk menjalani semua rangkaian pengetesan. Dua dari member Forum OTOMOTIFNET.com (Bintang Pradipta dan Spidlova) dan satu wakil dari redaksi OTOMOTIFNET.com (Popo).
Dalam keseluruhan pengetesan ini digunakan kurva yang telah direkomendasikan oleh masing-masing produsen CDI. BRT meminta klik kurvanya disetting di posisi angka 8 yang artinya timing pengapian di atur pada 35 derajat sebelum titik mati atas. Rextor memilih kurva ditaruh di posisi angka 0. Sedang Cheetah Power menyarankan untuk menggunakan kurva pertama. Dan XP202 karena tidak memiliki pilihan kurva maka langsung colok.
Pengetesan Tahap 1 : Siapa Limiter Tertinggi?
Bertempat di bengkel Otomotif Service Station (OSS), pengukuran dilakukan dengan rpm meter merek BRT. Suhu mesin dipatok 70 derajat celcius dengan toleransi 5 derajat celcius. Masing-masing CDI dapat giliran digeber dua sampai tiga kali. Hasilnya saat di gas pada putaran mesin( rpm) paling tinggi, semua CDI ini mampu membuat mesin berteriak lebih dari 12.000 rpm. Bandingkan dengan CDI standar yang hanya bermain di angka 9.000 rpm.
CDI Standar = 9.841 rpm
CDI BRT Neo Click = 12.930 rpm
CDI Cheetah Power CP 400 = 12.700 rpm
CDI XP = 12.400 rpm
CDI REXTOR = 12.280 rpm

Pengetesan Tahap 2: Siapa Akselerasi Tercepat?

Bertempat di depan kantor OTOMOTIFNET.com pengetesan akselerasi dimulai pada jam 11 malam saat kondisi jalan sudah benar-benar lengang. Panjang lintasan sekitar 300 meter, 200 meter untuk pengetesan dan 100 untuk jarak pengereman. Panjang trek ini mirip panjang lintasan drag bike yang panjangnya 201 meter.
Kondisi mesin tetap standar tanpa ubahan apapun. Dan semua tester (Bintang pradipta, Spidlova dan Popo) punya kesempatan 2 kali running untuk tiap CDI. Hasil di bawah ini diambil catatan waktu terbaik untuk 100m dan 200m. Catatan waktu selama pengetesan ini diukur dengan alat ukur Racelogic.
CDI Standar
Spidlova
Distance(m) Time(s)
0-100     10.0
0-200     14.7
Bintang Pradipta
0-100     11.7
0-200     16.7
Popo
0-100     09.0
0-200     14.1

CDI BRT Neo Click
Spidlova
Distance(m) Time(s)
0-100     10.3
0-200     15.1
Bintang Pradipta
0-100     09.4
0-200     14.2
Popo
0-100     08.5
0-200     13.3

CDI Cheetah Power CP 400
Spidlova
Distance(m) Time(s)
0-100     08.1
0-200     12.9
Bintang Pradipta
0-100     09.6
0-200     14.6
Popo
0-100     09.3
0-200     14.4

CDI XP
Spidlova
Distance(m) Time(s)
0-100     09.5
0-200     14.4
Bintang Pradipta
0-100     09.7
0-200     14.6
Popo
0-100     09.1
0-200     14.0

CDI REXTOR
Spidlova
Distance(m) Time(s)
0-100     10.6
0-200     15.4
Bintang Pradipta
0-100     09.6
0-200     14.5
Popo
0-100     09.2
0-200     14.1

Pengetesan Tahap 3: Sipa Konsumsi Bahan Bakar Teririt?

Pengukuran konsumsi bahan bakar dilakukan dengan menggunakan burette (gelas ukur), cara pengetesannya dengan melihat siapa yang paling cepat menghabiskan 100ml bensin. Secara sederhana dari hasilnya bisa dilihat, yang cepat habis berarti boros sedang yang lama abisnya berarti irit.
Saat pengetesan motor dalam keadaan diam dengan suhu mesin dipatok pada kurang lebih 70 derajat celcius. Dan putaran mesin dibuat statis pada 5000rpm. Pengukuran dilakukan dengan 3 stopwatch yang dipegang oleh Arseen lupin, Nanda, dan David. Didapat hasil rata-rata sebagai berikut:
CDI Standar : 1 menit 16 detik
CDI BRT Neo Click : 1 menit 25 detik (penghematan 11,84%)
CDI Cheetah Power CP 400 : 1 menit 22 detik (penghematan 7,89%)
CDI XP : 1 menit 15 detik (lebih boros 1,31%)
CDI Rextor : 1 menit 17 detik (penghematan 1,31%)

Pengetesan Tahap 4: Siapa Power Tertinggi?

Test terakhir ini dilakukan di dynamometer bermerek Dyno Dynamic milik bengkel Khatulistiwa dikawasan Jl Pramuka, Jakarta Timur. Pengetesan dyno dilakukan tanpa ubahan apapun pada motor. Bahkan settingan angin dan bensin pada karburator dibuat seragam meski gonta ganti CDI. Pengetesan dilakukan 2 kali, dengan spuyer standar dan dengan spuyer yang sudah naik satu step dari standar. Ukuran 35/75 menjadi 38/78.
CDI juga tetap menggunakan pilihan klik/kurva yang sama dengan 3 test sebelumnya. Pada pengetesan ini suhu mesin dipatok seragam pada 90 derajat celcius sebelum mesin digas. Berkat blower yang dipasang di dekat blok silinder suhu mesin selama pengetesan bisa stabil dikisaran 100-110 derajat celcius. Dan tiap CDI punya kesempatan 5 kali run. Hasil yang diperoleh cukup mencengangkan.
Sesi pertama tanpa jeting
Max Power CDI Standar : 8 dk
Max Power CDI XP : 7,8 dk
Max Power CDI Rextor : 7,9 dk
Max Power CDI Cheetah Power : 7,3 dk
Max Power CDI BRT : 7,7 dk

Sesi kedua dengan jeting

Max Power CDI Standar : 7,4 dk
Max Power CDI XP : 6,1 dk
Max Power CDI Rextor : 7,5 dk
Max Power CDI Cheetah Power : 6,8 dk
Max Power CDI BRT : 7,3 dk

Created By: otomotifnet.com
KARENA ARTIKEL INI SIFATNYA MILIK OTOMOTIFNET…… JADI KLO ADA PERTANYAAN, SILAKAN DI TANYAKAN PADA SANG EMPU-NYA…… :D
Filed under Berita Otomotif, Motor

492 Responses to Pertarungan CDI Unlimiter: CDI Rextor, CDI BRT, XP 202, CDI Cheetah

cryptolover
lantas kesimpulannya mana yang paling baik untuk konsumen yang pengen irit tapi cukup kenceng n ga perlu modif macem2?
sssssst…
jangan bilang CDI BRT lagi yak…he.3
itu mah sama aja promosi…
maskudnya DK itu apa yak?
DayaKuda gitu?
berarti setelah dikasih CDI racing malah jadi turun donk powernya?

CDI Pengganti Honda Blade 110R

Salah satu kebutuhan up-grade performa motor, baik untuk balap atau harian adalah penggantian CDI. Untuk motor baru macam Honda Blade 110R atau Absolute Revo, mencari CDI racing aftermarket tidak semudah bebek lain yang sudah beredar lama. Tapi jangan bingung! Sesama produk Honda bisa diakali. Blade bisa aplikasi CDI racing Supra X 125 atau Karisma. Nungguin CDI racing khusus buat Blade kelamaan. Kita coba yang sudah dipakai di motor balap Karisma. Bisa, tuh. Memang tidak langsung templok. Soalnya kan ada perbedaan soket. Tinggal ganti soket dan sesuaikan kabelnya. CDI standar Blade, Supra X 125 atau Karisma bisa saling tukar. Tapi ingat, saat ganti soket, harus pastikan kabel yang terhubung sesuai. CDI Karisma atau Supra X 125, ada 5 kabel. Sementara Blade empat. Bisa pakai 4 kabel dan sesuaikan warnanya. Warna Hitam (arus kontak), Warna Hitam kuning (koil), Warna Biru kuning (pulser), Warna Hijau (massa). Sementara hitam merah, kalau di Karisma untuk TSS (Throttle Sensor System). Itu tidak digunakan dalam Blade. Jadi, untuk motor balap yang sudah ganti warna kabel, tak perlu bingung. Prinsipnya cuma sesuaikan dengan warna tadi. Tinggal lihat posisi standar pada soket. Mana untuk kabel massa, arus kontak, koil dan pulsar. spring : www.motorplus-online.com
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management